MENGAJI DENGAN PROF. DR. H. M. QURAISH SHIHAB

Hari ini sabtu 15 feb 2014 menjadi hari kebanggan bagi para pengkaji al quran dan pecinta kajian-kajian serta pemikiran Muhammad Quraish Shihab dalam acara International Conference on Qur’anic Studies atas harlah 10 tahun Pusat Studi al Qur’an dan 70 tahun Muhammad Quraish Shihab. Selain memperdengarkan kajian tentang ta’wil dari tiga model yang berbeda-beda, yakni Imam Masjid Haram dengan model tekstualis, Guru Besar dari Iran dengan model rasional, dan Naib Syekh Akbar al Azhar Mesir dengan model moderatnya, serta ditutup oleh Doktor al Quran dari Indonesia yang juga sedang menjabat sebagai Gubernur NTB dengan menjelaskan model tafsir Indonesia yang dikembangkan oleh Muhammad Quraish Shihab, juga diketengahkan tiga orang pemateri yang masing-masing dari Indonesia, Malaysia dan Singapura dengan fokus kajian pada pemikiran MQS dan visi Membukan al Qurannya.

Diakhir acara tersebut, dimintaklah kepada MQS oleh Moderator agar dapat memberi tanggapan atas berbagai materi dan kegiatan pada hari ini. Pada bagian inilah, terlihat kecemerlangan dan keluasan ilmu dari keturunan sayyid yang tidak pernah mau disebut habib ini. Ungkapan yang paling melekat adalah, ketika beliau menyebutkan bahwa di sinilah kita tempat kita melihat berbagai argumentasi keilmuan dan mengakui hadirnya argumentasi orang lain, namun bukan berarti bahwa mengakui tersebut sebagai justifkasi bahwa ia mengikutinya.

Sebagai contoh, ketika ada pertanyaan tentang siapa yang dimaksud dengan ulama dalam ayat “innama yakhsyallaha min ‘ibadihil ulama'” maka pemateri dari Malaysia menjelaskan bahwa ulama dalam ayat tersebut adalah mereka yang sesuai dengan profil Nabi Muhammad saw, hal tersebut didasarkan pada sebuah hadits al ulama’ waratsatul anbiya’, ulama adalah pewaris para nabi. Dan ketika MQS ikut menanggapi pertanyaan tersebut, beliau tidak sama sekali menyalahkan pemateri dari Malaysia tersebut yang ternyata berbeda pendapat dengannya. Mengenai ayat tersebut menurut beliau, konteksnya adalah firman Allah tentang para ulama yang bukan beragama Islam akan tetapi kaum Yahudi, dan kata ulama dalam ayat itu pula tidak dikhususkan bagi ahli-ahli keislaman, akan tetapi orang-orang yang berilmu di luar materi-materi keagamaan, karena asal pembahasan di dalam ayat tersebut mengenai masalah bercocok tanam.

Subhanallah, sebuah pertunjukan yang masyarakat langitpun akan begitu bangga dengan keberadaannya. Untuk itu, doa kami semua yang hadir pada saat itu adalah, semoga Allah terus memberikan kesempatan yang luas baginya untuk dapat memberikan secercah ilmu untuk umat manusia, yang tentunya berasal dari-Nya. Selamat pak Quraish, kami bangga dan berayukur kepada Allah swt karena kehadiran beliau di bumi Indonesia ini.

image

Catatan hari ini :
Sabtu, 15 Februari 2014
Jam 21.58 WIB

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s