MUSABAQAH SYARHIL QUR’AN (bag 1)

Musabaqah syarhil qur’an merupakan salah satu cabang MTQ yangsangat unik, di mana selain menampilkan sisi keagamaan namun juga harus menunjukkan sisi intertainnya. Dilihat dari segi penampilan, cabang ini tergabung di dalam grup yang terdiri dari seorang pensyarah yang menjelaskan isi al qur’an baik secara teks maupun konteks dengan model retorik, penterjemah yang menerjemahkan ayat yang dikaji di dalam syarahan dengan bahasa yang puitis, dan seorang pembaca ayat dengan model tilawah mujawaad qira’at imam Hafsh dari Ashim.
Pentingnya penulis menarasikan masalah ini, karena tidak bisa dipungkiri bahwa cabang ini masih sangat terasa elitis yang hanya dapat dirasakan oleh pelajar-pelajara perkotaan semata. Hal ini dapat dilihat dari penampilan-penampilan MSyQ di kabupaten yang ternyata banyak didominasi oleh pelajar / santri kota dan mengeliminir santri pribumi. Hal ini lebih disebabkan karena faktor lemahnya informasi dan semangat pembinaan yang ditonjolkan dari segi materi. Pada dasarnya, para pelatih non perkotaan sangat banyak memiliki anak binaan, akan tetapi karena faktor di atas, maka yang sangat urgen saat ini untuk dibina bukanlah para anak binaan akan tetapi yang membinalah yang harus dahulu dibina.
Selanjutnya, bagaimnakah cara melakukan pembinaan yang benar dan tepat di dalam syarhil qur’an sehingga menarik di hadapan publik ?
1. Pembinaan di Dalam Pembuatan Teks.
Ada unsur wajib yang tidak boleh lepas apalagi sengaja untuk dinegasi, yakni ; adanya judul besar dibagian paling atas teks, salam dan muqaddimah berbahasa arab yang tidak perlu terlalu panjang, latarbelakang masalah, pengungkapan masalah dan judul, menuangkan ayat yang berkaitan dengan masalah beserta terjemahnya, memaparkan tafsir ayat tersebut yang kemudian dikontekskan dengan masa kini bahkan ke-Indonesiaan, masukkan sabab al-nuzul, hadits, sya’ir atau kata-kata mutiara, lalu yang terakhir adalah kesimpulan dan salam penutup.
2. Pembinaan Mental.
Setiap orang pasti akan merasakan down-nya mental ketika di hadapan publik jikalau hal tersebut tidak biasa dilakukan, bahkan pejabat saja bisa bolak balik salah salam dan muqaddimah jikalau sebelumnya tidak biasa berhadapan dengan publik di atas podium. Untuk pembinaan yang tepat dan cepat adalah dengan melawan arus rasa takutnya tersebut sesuai dengan rasa ketakutannya masing-masing. Adapunyang dilakukan di Padepokan adalah dengan langsung turun ke area keramaian seperti di lapangan enggal dan PKOR Wayhalim di hari minggu ketika banyak orang berkumpul untuk berolahraga, di bunderan Tugu Adipura kota Bandar Lampung, ke daerah-daerah pasar, dan lain-lain. Kemudian membiasakan untuk tampil satu grup di hadapan majelis-majelis taklim, bahkan jadwal pengajian para pejabat-pun menjadi prioritas pilihan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s