ORANGTUAKU HEBAT

Ebak (panggilan kami untuk ayah) Drs. Hi. Sahran Baharup adalah seorang pensiunan dosen IAIN Raden Intan Lampung yang hanya mengkhatamkan study formalnya di strata satu (S1) saja. Sedangkan Emak (panggilan kami untuk ibu) Hj. Siti Raudlah hanya seorang guru ngaji yang hanya menyelesaikan jenjang study-nya di madrasah tsanawiyah Pon-Pes Modern NU Talangpadang Lampung. Akan tetapi sejarah besar telah terjadi di dalam perjalanan keluarga besar ini, di mana secara ukuran duniawi anak-anaknya telah mampu memberikan rasa bangga dari segi pekerjaan dan pendidikan, meskipun belum cukup maksimal.
Anak pertamanya adalah Dra. Siti Djumalia yang saat ini ikut suami Ir. Sugirno, M.Sc yang tingal di Bekasi dan bertugas di Pemda DKI. Anak keduanya adalah Rubaithy, S.Si.,M.Pd yang saat ini bekerja sebagai PNS Guru di SMPN Terbanggi, sedangkan suaminya Welmi Fitri, B.Sc berwiraswasta dengan membuka toko pakaian di pasar Bandar Jaya. Anak ketiganya Sa’duddin, S.Ag.,MH adalah PNS Kepala KUA di Kec. Way Panji dan istrinya Eni Hastuti, S.Pd adalah PNS Guru di lingkungan MAN 1 Bandar Lampung dan insya Allah dalam waktu dekat juga akan selesai study strata duanya di FKIP Unila. Anak keempatnya adalah Helma, S.Pd.,MM adalah seorang PNS Guru yang diperbantukan di SMP Muhammadiyah Bandar Lampung, dan suaminya Eko Erwanto, SP adalah seorang PNS Guru di SMTI Bandar Lampung dan dalam waktu dekat akan menyusul untuk melanjukan study ke jenjang strata duanya. Dan yang terakhir adalah Ahmad Rajafi, M.Hi seorang PNS Dosen di STAIN Manado dan saat ini masih dalam perjalan study Program Doktor di PPs IAIN Raden Intan Lampung, istrinya Ressi Susanti, S.Pd.I selalu memberikan suport di dalam rumah tangga.
Jika mendengar cerita perjalan hijrah mereka berdua dari Talangpadang menuju Bandar Lampung, apalagi ebak yang saat itu hanya guru agama di SD (sebelum menjadi dosen) dan hanya memberikan masukan ekonomi hanya dari satu jalur saja yakni gaji ebak, rasanya mustahil jika ada sejarah kami sampai saat ini. Baru setelah ebak menyelesaikan study S1 nya di IAIN Raden Intan Bandar Lampung dan kemudian pindah tugas ketempat study nya dan bahkan terangkat menjadi dosen syari’ah dikemudian harinya, barulah pola pikir kami diajak untuk lebih giat dalam menyelesaikan pendidikan kami ke tingkat yang paling tinggi.
Ada ungkapan yang sangat menarik saat itu ketika ebak dipinta untuk kuliah S2 oleh pimpinan, kata beliau “biar saya cukup S1 saja dan insya Allah anak-anak saya akan berada di atas saya”. Inilah doa yang sangat kuat dari si anak kampung yang telah memodernkan pemikiran anak-anaknya. Saat ini, buah yang dahulu diidam-idamkan sudah mulai memberikan warna yang indah meskipun belum tentu memberikan rasa yang manis di lidah mereka. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kami untuk menjadi rasa yang manis bagi mereka di suatu hari nanti, amin.

Bandar Lampung, 06 Desember 2012

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s