KHUTBAH JUM’AT : AL-QUR’AN DAN RANCANG BANGUN MASA DEPAN PERADABAN MANUSIA

AHMAD RAJAFI SAHRAN, MHI

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ  مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانَ ، اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ خَيْرِ اْلإِنْسَانِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ اِلىَ يَوْمِ الْبَيَانِ

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ  لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَهُوَا خَالِقُ اْلإِنْسَانِ ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى قَدْ عَلَّمَنَا اْلإِ يْمَانَ وَاْلإِسْلاَمَ وَاْلاِحْسَانَ {أَ مَّا بَعْدُ}

فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَ ى اللهِ ، اِتَّقُوا اللهَ مَاسْتَطَعْتُمْ ، وَسَارِعُوْا إِلىَ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .

فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فىِ الْقُرْآن ِالْكَرِ يْمِ : اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأ َيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَتِلْكَ اْلأَمْثَالُ نَضْرِ بُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ{الحشر : 21}

صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْم وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِ يْم وَ نَحْنُ عَلَى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِ يْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

HADIRIN SIDANG JUM’AT YANG DIRAHMATI OLEH ALLAH SWT

Sebagai seorang khatib disetiap jum’at selalu berwasiat kepada diri khatib sendiri dan juga kepada seluruh jama’ah jum’at untuk terus meningkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala yakni dengan cara melaksanakan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangannya tanpa harus memilih-milih perintah dan larangan yang selaras bagi diri kita saja dan menafikan perintah dan larangan lainnya.

 

HADIRIN RAHIMAKUMULLAH

Napoleon, seorang orientalis berkebangsaan Perancis mengatakan “The principle of Quran with alone of tracking can lead man to happiness”, al-Qur’an adalah prinsip dan merupakan satu-satunya kitab suci yang dapat menghantarkan kepada kepulauan nan bahagia. Ungkapan tersebut hadirin, mengisyaratkan kepada kita bahwa al-Qur’an laksana lampu penerang hati dalam menembus liku-liku perjuangan yang panjang membentang. Al-Qur’an adalah laksana benteng yang kokoh dalam mengcaunter tipuan dan godaan syetan. Al-Qur’an laksana jimat penyelamat dari kesesatan hidup dan kehidupan. Pendek kata Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang berisi petunjuk dan kebahagiaan serta senantiasa relevan dengan perkembangan dan situasi zaman. Oleh karena itu Rasul mengatakan:

عَنْ زَيْد ؛ أَ نَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلاَم يَقُوْل : حَدَّثَنِي أَبُوْ أُمَامَة اَلْبَاهِلِي قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُوْل : اِقْرَءُوا اْلقُرْآنَ ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ {رواه البيهقى}

Artinya : “Dari Zaid, bahwasanya ia telah mendengar abi Salam berkata ; Disampaikan kepadaku oleh Abu Umamah al-Bahily bahwa ia telah berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Bacalah al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi yang membacanya.” [HR. al-Baihaqy]

HADIRIN SIDANG JUM’AT RAHIMAKUMULLAH

Dalam rangka menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia, maka pada kesempatan jum’at yang berbahagia ini kita akan membahas permasalahan di atas, dengan rujukan firman Allah subhanahu wa ta’ala, al-Qur’an surat Yunus ayat 57 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ {57}

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” [QS. Yunus : 57]

HADIRIN MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Ayat tadi dalam ilmu balaghah termasuk “كلام خبري او إنكاري” (kalaam khabary au inkaary) yang meginformasikan sekaligus menegaskan bahwa sungguh telah datang  kepada manusia al-Qur’an yang memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus dan mengeluarkan manusia dari kegelapan.

Lalu apakah fungsi dan peran al-Qur’an itu hadirin dalam merancang bangun peradaban manusia? Ayat tadi sebagaimana ditafsirkan oleh Imam Ali Ash-Shabuni dalam Shafwatut Tafasir, menjelaskan ada empat fungsi diturunkannya Al-Qur’an yaitu :

Pertama, ” مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ أي موعظة من خالقكم ” (mau’izhatun min rabbikum ay mau’izhatun min khaaliqikum). al-Qur’an sebagai pelajaran dari Tuhan yang Maha pengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, Imam Al-Ghazali dalam “Jawahir al-Qur’an” mengatakan, seluruh cabang ilmu pengetahuan baik yang datang terdahulu maupun kemudian, baik yang teah diketahui maupun belum, semuanya bersumber dari al-Qur’an al-Karim.

Sebagai bukti, bukankah karena al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan bahasa arab telah mendorong lahirnya ilmu tata bahasa yang kemudian kita kenal dengan ilmu nahwu dan sharaf. Bukankah karena al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan bahasa yang indah, retoris dan puitis serta argumentatis telah mendorong lahirnya ilmu retorika dan sastra yang kemudian kita kenal dengan ilmu balaghah dan mantiq. Bukankah karena kita diperintahkan untuk membaca al-Qur’an dengan baik dan benar telah mendorong lahirnya ilmu qiroaat yang kemudian kita kenal dengna ilmu tajwid. Dengan demikian hadirin seluruh ilmu pengetahuan itu pada dasarnya bersumber dari al-Qur’an.

Kedua, شِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ أي يشفى ما فيها من الشرك والشك والجهل (Syifaa’un limaa fii al-shuduur ay yasyfii maa fiihaa min al-syarki wa al-syakki wa al-juhli). al-Qur’an sebagai obat penyakit batin seperti penyakit syirik, ragu dan bodoh. Kenapa al-Qur’an berfungsi secara maksimal sebagai obat penyakit batin bukan penyakit zhahir? Jawabannya hadirin, karena penyakit zhahir memang berbahaya jika tidak diobati, tapi jauh lebih berbahaya jika kita memiliki penyakit hati namun tidak diobati.

Dengan demikian, penyakit asma, jantung, tumor memamng berbahaya dan dapat merusak tubuh manusia, tapi penyakit sombong, iri hati, dengki, frustasi, korupsi, haus kursi, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan dan popularitas diri jauh lebih berbahaya dan dapat merusak tatanan hidup masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu hadirin, al-Qur’an turun dengan memberikan perintah dan larangan, janji dan ancaman, dan memerintah kepada manusia untuk mentaatinya dan mengamalkan seluruh isinya. Dengan mengamalkan al-Qur’an Insya Allah segala penyakit hati akan terkikis habis dari diri kita. Pantas kalau Abu Farida Muhammad dalam bukunya “Aliz Nafsaka bil Qur’an” mengatakan “Al-Qur’an adalah obat yang sempurna bagi segala penyakit baik penyakit zhahir maupun bathin“.

Ketiga,  هُدًى أي هداية من الضلال (Hudan ay Hidaayatan min al-Dhalaal). al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dari kesesatan. Berkaitan dengan hal tersebut, Prof. Dr. M. Quraish Syihab dalam “Wawasan al-Qur’an” mengatakan seluruh ayat yang ada dalam al-Qur’an seluruhnya berisi ajaran yang relevan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan manusia baik yang bersifat ibadah ritual maupun sosial termasuk di dalamnya tentang etika kenegaraan. Oleh karena itu, kalau manusia sudah mampu memahami isi al-Qur’an, menjadikan petunjuk kehidupan, serta mengamalkannya dalam hidup keseharian maka prilakunya dipastikan tidak bertentangan dengan ajaran Tuhan dan berselisih dengan tuntutan agama, siapaun dia dan apaun profesinya.

Keempat, رَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ أي رحمة لأهل الإيمان (rahmatun li al-mu’miniin ay rahmatun li ahli al-iimaan). al-Qur’an berfungsi sebagai rahmat bagi insan nan beriman. Artinya kalau al-Qur’an sudah kita baca isinya, dipahami ajarannya serta diamalkan petunjuknya maka ia akan menciptakan ketenangan bagi kita, jauh dari rasa resah dan gelisah, siap menghadapi berbagai problematika hidup dan kehidupan serta mampu menghantarkan kita kepada kebahagiaan baik dunia maupun di akhirat. Di dalam hadits disebutkan :

حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ ، عَن زُبَيْدٍ ، قَالَ : قَالَ عَبْدُ اللهِ : الْقُرْآنُ شَافِعٌ وَ مُصَدَّقٌ ، فَمَنْ جَعَلَهُ إمَامَهُ قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَ ظَهْرِهِ قَادَهُ إِلَى النَّارِ{رواه  ابن ابى شيبه}

Artinya : “Disampaikan kepada kami oleh Abu Khalid al-Ahmar dari ‘Amr bin Qaisy dari Zaid berkata; Abdullah berkata ; al-Qur’an adalah pemberi syafa’at dan pembenar (terhadap pembacanya), maka barangsiapa yang menjadikan al-Qur’an sebagai imamnya, maka ia akan membawanya kepada surga, sebaliknya barangsiapa yang menjadikan makmumnya maka akan mendorongnya ke jurang api neraka.” [HR. Ibnu Abi Syaibah]

Dengan demikian, al-Qur’an merupakan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang berfungsi sebagai pelajaran, obat, petunjuk dan rahmat dalam merancang bangun peradaban manusia untuk menggapai kebahagiaan baik di dunia, terlebih lagi di akhirat. Sejarah telah membuktikan bahwa al-Qur’an dahulu pernah melakukan perubahan-perubahan fundamental terhadap peradaban manusia yang tiada taranya. al-Qur’an mula-mula menjumpai bangsa Arab sebagai penyembah berhala, pemuja batu, dan pemuji kayu. Namun dalam jangka waktu kurang dari seperempat abad, penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah subhanahu wa ta’ala menguasai seluruh jazirah Arabia, setelah penyembah-penyembah berhala disapu bersih dari seluruh Jazirah Arabia. al-Qur’an menyapu bersih segala kepercayaan tahayul dan menggantinya dengan agama yang paling rasional. Pada masa itu Bangsa Arab sering membanggakan dirinya karena kebodohannya, berubah menjadi bangsa yang cinta ilmu pengetahuan, mereka disulap dengan tongkat wasiat al-Qur’an, karena di dalamnya terdapat sumber ilmu pengetahuan. Hal demikian adalah akibat langsung dari ajaran al-Qur’an. Di samping itu al-Qur’an juga membangun manusia dari tingkat yang paling rendah ke tingkat peradaban paling tingi, hanya dalam jangka waktu relative singkat.

Oleh karena itu, dalam rangka menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman  hidup kita menuju peradaban manusia yang Qur’ani, mari kita baca al-Qur’an, kita pahami isinya, kita renungkan maksudnya dan kita amalkan ajarannya. Sehingga dengan cara ini kita mampu hidup bahagia baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun Negara dan bangsa. Dan Allah pun akan menganugerahkan keberkahan kepada kita semua penduduk bangsa ini. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-A’raf ayat 96 :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ {الأعراف : 96}

Artinya : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [QS. al-A’raf : 96]

 

HADIRIN WAL HADIRAT RAHIMAKUMULLAH

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa al-Qur’an merupakan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang berfungsi sebagai pelajaran, obat, petunjuk dan rahmat dalam merancang bangun peradaban manusia untuk menggapai kebahagiaan baik di dunia, terlebih lagi di akhirat. Untuk itu kewajiban kita, saya, saudara dan seluruh kita bangsa Indonesia melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh al-Qur’an agar peradaban manusia di negara Indonesia dapat berjaya kembali di masa sekarang maupun di masa yang akan datang, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KE DUA

اَلْحَمْدُِللهِ الَّذِى وَعَدَ مَنْ اَطَاعَهُ بِدَارِالسَّلاَمِ. وَقَبِِلَ مَنْ عَصَاهُ إِذَاتَابَ عَنِ ارْتِكَابِ اْلآثَامِ وَاسْتَجَابَ لِمَنْ دَعَاهُ وَقَدْ تَوَكَّلَ عَلَيْهِ فِى إِنْجَازِ الْمَرَامِ. لاَإِلهَ إِلاَّهُوَ وَعلَىَ اللهِ فَالْيَتَوَكَّلِ اْلمُؤْمِنُوْنَ.

اَشْهَدُ أَنْ لاَ إِ لَهَ إِ لاَّ اللهُ الْمُنْعِمُ عَلىَ الْعِبَادِ. وَ اَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ سَبِيْلِ الرَّشَادِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّى وَ سَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ اْلأَمْجَادِ. صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ اِلىَ يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. { أَمَّا بَعْدُ}

فَيَا عِبَادَاللهِ إِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ. وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.قَالَ اللهُ تَعَالىَ :  إِنَّ اللهَ وَمَلإِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَا أ َيُّهَا الَّذِيْنَ آ مَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّى وَ سَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَارَضَى اللَّهُمَّ عَلىَ اَرْبَعَةِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ سَيِّدِنَا اَبِى بَكْرٍ وَ عُمَرْ وَ عُثْمَانَ و َعلَىِ وَ عَلىَ بَقِيَّةِ  الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَ تاَبِعِ التَّابِعِيْنَ وَ عَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ  لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَات وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْ مِنَات اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَات إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِ يْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات يَا قَاضِيَ الْحَاجَات

اَللَّهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّ يْنِ

اللهُمَّ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْناَ شَيْطَانًا مَّرِ يْدًاوَ لاَ إِنْسَانًا حَسُوْدًا وَ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ بِجَاهِ خَاتَمِ أَ نْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ علَى آلِهِ وَشَرَّفَ وَ كَرَّ مَ

رَ بَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَ اْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعاَلمَِيْنَ

عِبَادَ اللهِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ .فَاذْكُرُوا اللهَ  الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْاهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ  أَكْبَرْ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s